Rabu, 04 Februari 2015

Pengertian Akuntansi Perpajakan

  Setiap pembayaran atau pemotongan pajak yang dilakukan oleh perusahaan merupakan transaksi finansial yang harus dicatat berdasarkan dengan tugas dan fungsi pokok akuntansi.Sedangkan yang dimaksud dengan Akuntansi Perpajakan  ialah  akuntansi  yang diterapkan dengan memakai tujuan untuk dapat menetapkan besarnya  jumlah pajak yang terutang. Maka fungsi Akuntansi Perpajakan merupakan sebagai pengolah data secara kuantitatif yang dipergunakan untuk menyajikan  sebuah laporan keuangan dengan memuat jumlah perhitungan perpajakan.

Akuntansi Perpajakan
Sifat Akuntansi Perpajakan
1. Pajak merupakan iuran masyarakat terhadap pemerintah yang bersifat dipaksakan dalam pembayarannya. Namun karena dipaksakan inilah sering terjadi saat petugas pajak berlaku semaunya atau tidak berlaku adil  dalam menjalankan tugasnya. Hal ini dapat dipicu dengan banyaknya wajib pajak yang tidak mematuhi  kewajiban dalam membayar pajak sebagaimana mestinya serta  adanya kekeliruan ketika mencatat transaksi, utamanya yang berhubungan pada perpajakan.
2. Pajak merupakan alat yang digunakan untuk membiayai beban atau pengeluaran pemerintah, yang di mana pemerintah menggunakan pajak sebagai sumber kegiatan operasional pemerintahan.
3. Wajib pajak tidak mendapat imbalan jasa secara langsung, namun wajib pajak mendapat suatu perlindungan dari negaranya yaitu mendapatkan pelayanan sesuai dengan haknya.
4. Pajak memilikii fungsi untuk mengatur segala aspek ekonomi,sosial dan budaya.


Akuntansi Perpajakan

                 

1.Macam-macam Akuntansi dan Pajak

a. AKUNTANSI
Dalam prakteknya, akuntansi memiliki beberapa macam spesialisasi yang berbeda. Macam – macam spesialisasi akuntansi secara garis besar dibedakan menjadi 2(dua) yaitu : akuntansi keuangan dan akuntansii manajemen. 

1) Akuntansi keuangan (financial accounting) adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan pencatatan dan pelaporan data serta kegiatan ekonomi perusahaan yang menghasilkan laporan keuangan secara periodik yang dapat digunakan sebagai informasi intern dan ekstern perusahaan. 

2) Akuntansi manajemen (management accounting) adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan atas berbagai alternatif tindakan dan membantu memilih alternatif yang paling baik yang harus diambil oleh pengelola perusahaan. Akuntansi manajemen juga membantu manajemen dalam menjalankan operasi perusahaan sehari-hari dan merencanakan masa depan operasi.
Sedangkan yang termasuk bidang-bidang spesialisasi akuntansi lain adalah akuntansi biaya, akuntansii perpajakan, akuntansi anggaran, sistem akuntansi, dan akuntansi sosial. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

1) Akuntansi biaya merupakan bidang akuntansi yang menekankan pada penentuan dan pengendalian biaya selama proses produksi dan harga pokok dari barang yang selesai diproduksi.

2) Akuntansi perpajakan merupakan bidang akuntansi yang menekankan pada penyusunan SPT (Surat Pajak Terutang) dan mempertimbangkan efek perpajakan dari suatu transaksi atau alternatif berbagai tindakan.

3) Akuntansi anggaran merupakan bidang akuntansi yang menyajikan rencana kegiatan keuangan untuk suatu periode, melalui catatan dan ikhtisar, serta menyediakan data perbandingan antara kegiatan sesungguhnya dengan rencananya.

4) Akuntansi pemerintahan merupakan bidang akuntansi yang menekankan pada pencatatan dan pelaporan transaksi dari lembaga pemerintah atau lembaga sosial dengan peraturan dan perundang-undangan yang mengikat lembaga-lembaga tersebut.

5) Sistem Akuntansi adalah bidang akuntansi yang menekankan masalah perancangan prosedur, metode dan teknik untuk mencatat dan mengolah transaksi perusahaan.

6) Akuntansi sosial merupakan bidang akuntansi yang cenderung membahas dan mengukur biaya sosial dan manfaatnya, misalnya mengukur pola kepadatan lalu lintas sebagai bagian dari studi penentuan pemakaian dana transportasi yang paling efisien.

7) Akuntansi pemeriksaan ( audity accounting)
8) Akuntansi Internasional (International accounting)
9) Akuntansi Nirlaba(Non profit accounting)

b. Pajak 
Pajak di Indonesia dibagi dua yaitu pajak Negara dan pajak Daerah.

• Pajak Negara merupakan pajak yang dipungut oleh Departemen Keuangan melalui Direktorat Jendral Pajak misalnya PPH, PPN, PBB, dan Bea Materai 

1. Pajak Penghasilan
Pajak yang dikenakan atas Penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam suatu tahun pajak. Yang berlaku saat ini diatur dengan Undang-undang nomor 17 tahun 2000.

2. Pajak Pertambahan Nilai
Pajak Pertambahan Nilai adalah Pajak yang dikenakan atas pertambahan nilai dari suatu Barang dan /atau Jasa Kena Pajak. Undang-undang nomor 18 tahun 2000 merupakan perundang-undangan yang mengatur hal ini.

3. Pajak Bumi dan Bangunan
Jenis Pajak yang sangat dikenal, terutama oleh pemilik tanah dan /atau bangunan. Pajak ini dikenakan atas Tanah dan/ atau Bangunan, sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 12 tahun 1994

4. Bea Materai
Merupakan jenis bea yang sering ditemukan dalam setiap transaksi dan/atau perjanjian. Bea Materai adalah bea dengan nominal tertentu yang dikenakan atas dokumen dan/atau kertas berharga tertentu. Diatur dalam Undang-undang nomor 13 tahun 1985 dan perubahan tarifnya diatur dengan Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2000


2. Fungsi Akuntansi dan Pajak
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi
Fungsi Pajak terdiri dari dari dua fungsi yaitu:
a. Fungsi Budgetair
Fungsi Budgetair disebut fungsi utama atau fungsi fiscal yaitu suatu fungsi dalam mana pajak dipergunakan sebagai alat untuk memasukan dana secara optimal ke kas Negara berdasarkan undang – undang perpajakan yang berlaku.
b. Fungsi Regulerend
Fungsi Regulerend disebut juga fungsi tambahan karena hanya sebagai pelengkap dari fungsi utama yaitu budgetair. Dalam hal ini, pajak berfungsi sebagai alat yang digunakan pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh : pemerintah ingin memberantas/mengurangi kebiasaan mabuk-mabukan dikalangan generasi muda maka pemerintah mengenakan pajak atas minuman keras dengan demikian harga menjadi mahal dan diharapkan konsumsi minuman keras menjadi berkurang

3. Manfaat Akuntansi dan Pajak
Pertama, dapat mengkomunikasikan kinerja/performance usaha kepada semua pihak yang berkepentingan baik untuk manajemen sendiri ataupun kepada pihak lain. Kita dapat mengetahui berapa laba perusahaan secara akurat dan handal dalam satu tahun atau satu semester sesuai dengan kebutuhan informasi. Kemudian dari komponen apa saja laba tersebut dihasilkan dan berbagai macam biaya yang dikeluakan untuk memperoleh laba tersebut. Informasi ini akan sangat bagi manajemen untuk melihat hasil dari usaha-usaha yang telah dilakukan secara terukur dan dari sini akan dapat ditentukan langkah-langkah ke depan untuk mengembangkan usahanya.
Kedua, akuntansi dapat mengkomunikasikan keadaan keuangan usaha, apakah kondisi keuangan perusahaan sehat ataukah sakit. Sehat disini dimaksudkan keuangan perusahaan mampu mendukung semua kegiatan-kegiatan usaha yang telah direncanakan seperti mampu membayar hutang-hutang ke suplier, membayar tagihan-tagihan lainnya yang harus dibayar perusahaan tanpa mengganggu keuangan perusahaan secara keseluruhan. Dan jika perusahaan dalam keadaan sakit yang ditandai dengan sulitnya perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Ketiga, akuntansi dapat mengkomunikasikan tentang sumber-sumber kas perusahaan baik yang berasal dari pendapatan maupun sumber-sumber lain seperti hutang bank serta untuk apa uang tersebut dikeluarkan yang disertai perubahan-perubahannya.
Keempat, Akuntansi dapat menyediakan berbagai macam informasi yang dibutuhkan oleh pihak-pihak diluar perusahaan seperti perbankan apabila kita ingin mendapatkan kredit, pemerintah dalam hal ini kantor pajak, investor yang ingin bekerjasama dengan kita, dan juga pihak-pihak lain.
Kelima, dengan sistem akuntansi yang memadai maka perusahaan akan dapat berjalan secara lebih transparan, dan dapat mencegah kecurangan-kecurangan yang mungkin dilakukan oleh pihak lain untuk kepentingan pribadinya. Sekali lagi akuntansi adalah merupakan bahasa bisnis yang mesti ada dalam setiap perusahaan baik yang baru berdiri maupun yang sudah mapan.
Banyak orang bilang jika perusahaan tidak memiliki sistem akuntansi yang memadai ibarat petani tanpa hujan yang dapat dipastikan panennya akan gagal. Dengan alasan-alasan yang telah diuraikan tadi apapun alasannya setiap perusahaan harus memiliki sistem akuntansi yang memadai
Manfaat pajak
Sebagaimana halnya perekonomian dalam suatu rumah tangga atau keluarga, perekonomian negara juga mengenal sumber-sumber penerimaan dan pos-pos pengeluaran. Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Tanpa pajak, sebagian besar kegiatan negara sulit untuk dapat dilaksanakan. Penggunaan uang pajak meliputi mulai dari belanja pegawai sampai dengan pembiayaan berbagai proyek pembangunan. Pembangunan sarana umum seperti jalan-jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit/puskesmas, kantor polisi dibiayai dengan menggunakan uang yang berasal dari pajak. Uang pajak juga digunakan untuk pembiayaan dalam rangka memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Setiap warga negara mulai saat dilahirkan sampai dengan meninggal dunia, menikmati fasilitas atau pelayanan dari pemerintah yang semuanya dibiayai dengan uang yang berasal dari pajak. Dengan demikian jelas bahwa peranan penerimaan pajak bagi suatu negara menjadi sangat dominan dalam menunjang jalannya roda pemerintahan dan pembiayaan pembangunan.


.

Senin, 02 Februari 2015

Tahap Pengelolahan Keuangan

PROSES PENGOLAHAN KEUANGAN
Tahap pertama dalam proses pengolahan informasi keuangan adalah perekaman transaksi. Transaksi adalah peristiwa yang terjadi di dalam atau di luar organisasi dan menimbulkan dampak tertentu terhadap keadaan keuangan dan perkembangan hasil kegiatan organisasi.
Sebagai organisasi nirlaba, transaksi-transaksi yang terjadi pada suatu LSM, antara lain, adalah:
  • penerimaan pembayaran kekayaan awal dari para pendiri
  • penerimaan hibah [donations] dari pemberi hibah
  • penerimaan dana program [gratis] dari penyandang dana program
  • penerimaan sumbangan [contributions] dari berbagai pihak
  • penerimaan pendapatan jasa
  • penerimaan hasil penjualan barang
  • penerimaan jasa bank
  • pemindahbukuan dana dari rekening bank ke kas kecil
  • pengeluaran sejumlah uang dari kas kecil untuk membiayai kebutuhan sehari-hari
  • penyerahan uang muka perjalanan
  • penyerahan uang muka program/proyek
  • pertanggung-jawaban uang muka perjalanan
  • pertanggung-jawaban uang muka program/proyek
  • pengeluaran uang untuk membiayai program/proyek atau kegiatan tertentu, seperti biaya perjalanan, biaya akomodasi, biaya konsumsi, honorarium, biaya komuditas
  • pembelian benda-modal [capital goods], seperti tanah, tanah dan bangunan, kendaraan, mesin-mesin kantor, meja-kursi-lemari [MKL] dan harta tetap yang lain
  • pembayaran gaji, honorarium, fee, biaya listrik, biaya transpor, biaya komunikasi, biaya administrasi, biaya perbaikan dan perawatan, biaya keamanan, biaya kebersihan, biaya asuransi, biaya pajak, biaya bank dan biaya manajemen dan umum yang lain.
  • Pembebanan biaya penyusutan
  • penyesuaian penerimaan tertentu [pendapatan masih akan diterima, pendapatan diterima dimuka]
  • penyesuaian pengeluaran tertentu [biaya dibayar dimuka, biaya masih akan dibayar].
Pada dasarnya, transaksi-transaksi itu terjadi seiring dengan arus barang, jasa dan uang yang mengalir masuk ke dalam organisasi, berubah-ubah di dalam organisasi [misalnya, bahan baku diolah menjadi bahan setengan jadi, bahan setengah jadi menjadi barang jadi] dan mengalir keluar dari organisasi yang bersangkutan.
Jika diperhatikan secara cermat maka pada dasarnya hanya terdapat 5 tipe transaksi, yaitu:
  • penerimaan uang secara langsung, melalui kas atau melalui rekening bank; misalnya, LSM menerima donasi melalui salah satu rekening banknya.
  • penerimaan uang secara tidak langsung, yang berupa penerimaan pembayaran tagihan; misalnya: LSM menerima pembayaran atas tagihan yang timbul karena penjualan buku secara kredit kepada seseorang beberapa waktu sebelumnya.
  • pengeluaran uang secara langsung melalui kas atau melalui rekening bank; misalnya: LSM membayar biaya transpor melalui kas
  • pengeluaran uang secara tidak langsung, yang berupa pengeluaran pembayaran utang; misalnya: LSM membayar utang yang timbul karena pembelian komputer yang dilakukan beberapa hari lalu.
  • Transaksi penyesuaian, misalnya pembukaan biaya penyusutan untuk menyesuaiakan harga perolehan harta tetap tertentu karena telah dipakai selama satu tahun.
Tiap transaksi menimbulkan, sekurang-kurangnya, dua jenis perubahan pada sisi sumber dana dan/atau sisi penggunaan dana.
Pada tiap transaksi yang terjadi di LSM perlu diperhatikan keterkaitan transaksi itu dengan penyandang dana dan program, proyek atau kegiatan tertentu. Kontribusi in-natura [in-kind contribution] adalah “bukan-transaksi”. Bukan-transaksi tidak dicatat/dibukukan dalam proses mengolahan informasi keuangan LSM.
Contoh 1
LSM menerima donasi melalui salah satu rekening banknya Rp. 50.000.000
  • uang LSM di Bank bertambah Rp. 50.000.000
  • donasi [sumber dana] bertambah Rp. 50.000.000
Contoh 2
LSM menerima pembayaran atas tagihan yang timbul karena penjualan buku secara kredit kepada seseorang beberapa waktu sebelumnya seharga Rp. 150.000
Ketika terjadi penjualan
  • Tagihan [Piutang Barang dan Jasa] LSM bertambah Rp. 150.000
  • Pembayaran Buku/Majalah DII bertambah Rp. 150.000
Ketika menerima pembayaran
  • Uang LSM Kas bertambah Rp. 150.000
  • Tagihan LSM berkurang Rp. 150.000
Contoh 3
LSM membayar biaya transpor sebesar Rp. 15.000
  • Beban LSM bertambah karena biaya transpor sebesar Rp. 15.000
  • Uang LSM di Kas berkurang sebesar Rp. 15.000
Contoh 4
LSM membayar [via bank] utang yang timbul karena pembelian komputer seharga Rp. 10.000.000 beberapa hari yang lalu.
Ketika terjadi pembelian
  • Utang Barang dan Jasa LSM bertambah Rp. 10.000.000
  • Mesin-Mesin Kantor [komputer] bertambah Rp. 10.000.000
Ketika melakukan pembayaran
  • Utang [Utang Barang dan Jasa] LSM berkurang Rp. 10.000.000
  • Utang LSM di Bank berkurang Rp. 10.000.000
Contoh 5
LSM menghitung [metode langsung] biaya penyusutan komputer sebesar Rp. 2.000.000
  • Beban LSM bertambah karena biaya penyusutan komputer bertambah sebesar Rp. 2.000.000.
  • Nilai perolehan Mesin-Mesin Kantor [komputer] berkurang Rp. 2.000.000
Jadi, tiap transaksi yang terjadi dapat mengakibatkan perubahan terhadap harta/kekayaan, kewajiban keuangan, kekayaan bersih, penghasilan dan biaya dari organisasi nirlaba yang bersangkutan.
Tidak jarang terjadi bahwa pencatatan/pembukuan dan pelaporan tidak mencerminkan keadaan atau kenyataan. Hal ini dapat terjadi, antara lain, karena:
  • transaksi terjadi, tetapi tidak dicatat
  • transaksi terjadi, tetapi salah dibukukan
  • transaksi tidak terjadi, tetapi dicatat
Transaksi harus ditangani secara tertib, ditinjau dari keberadaan, kelengkapan, kebenaran, kejelasan, ketetapan waktu dan keteraturan urut-urutannya.
Pada tiap transaksi yang terjadi di LSM perlu diperhatikan keterkaitan transaksi itu dengan penyandang dana dan program, proyek atau kegiatan tertentu.
Kontribusi in-natura [in-kind contribution] adalah “bukan-transaksi”. Bukan-transaksi tidak dicatat/dibukukan dalam proses mengolahan informasi keuangan LSM.

Namun, untuk perolehan gambaran yang utuh mengenai kemampuan LSM dan kelompok dampingannya, semua kontribusi in-natura harus direncanakan secara khusus, diolah dalam suatu “proses pengolahan kontribusi in-nature” dan dipertanggung-jawaban melalui suatu “laporan kontribusi-in natura”.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
  • Neraca
  • Laporan Laba rugi
  • Laporan Perubahan Ekuitas
  • Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
  • Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuanga
NERACA
Di dalam akuntansi keuangan, Neraca atau laporan posisi keuangan adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan berikut:
  • aset = kewajiban + ekuitas
Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulan, caturwulan, atau tahunan).
LAPORAN LABA RUGI
Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Laporan perubahan ekuitas adalah suatu ikhtisar tentang perubahan modal yang terjadi selama jangka waktu tertentu (periode tertentu).
LAPORAN ARUS KAS
Laporan arus kas merupakan bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai (kas) perusahaan.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (CALK)
Merupakan keterangan dalam laporan keuangan yang menjelaskan nilai dan transaksi yang tercantum
NERACA
  1. Staffel (Report Form). Bentuk staffel sering disebut dengan bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan modal di bagian bawahnya.
  2. Scontro (T-Account Form). Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau sebelahmenyebelah
LAPORAN LABA RUGI
  1. Multiple Step. Penyusunan laporan laba-rugi dalam bentuk ini disusun secara bertahap mulai dari kelompok pendapatan dan beban usaha, pendapatan luar usaha
    dan beban luar usaha.
  2. Single Step. Dalam bentuk single step semua jenis pendapatan (pendapatan usaha, dan pendapatan luar usaha dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan dalam satu kelompok.

LAPORAN PERUBAHAN MODAL
LAPORA ARUS KAS
Untuk menyusun laporan keuangan, dibutuhkan:
  • Bukti transaksi
  • Jurnal transaksi
  • Kolom (form untuk laporan)
Bukti transaksi merupakan proses awal dari siklus akuntansi, yaitu diperlukannya bukti transaksi yang akan dicatat dalam bentuk jurnal transaksi. Khususnya untuk perusahaan dagang terdapat dua bentuk jurnal, yaitu  jurnal umum dan jurnal khusus.Kemudian untuk dapat mengerjakan atau mengisikan transaksi tersebut, dioperlukan kolom-kolom yang sesuai masing-masing jurnal.
Dengan tersedianya bukti transaksi dan jurnal tersebut, maka laporan keuangan dapat disusun.
Berikut ini adalah contoh dari bukti transaksi berupa bukti pembelian kredit (faktur) dan bkti pembelian tunai (nota kontan) dan contoh dari jurnal umum.
              

Pengertian Akutansi

Akuntansi Perusahaan Dagang

1. PERUSAHAAN DAGANG
A. Pengertian Perusahaan Dagang
Perusahaan Dagang adala perusahaan yang kegiayan usahanya membeli barang dengan tujuan menjualnya kembali tanpa memprosesnya lebih dulu
Contoh – contoh perusahaan dagang antara lain : Toko, Supermarket, Grosir, Pusat – pusat Perbelanjaan, Perusahaan Ekspor-Impor dan lain – Lain.
B. Ciri – ciri Perusahaan Dagang
1. Pendapatan utamanya berasal dari penjualan barang dagangan
2. Biaya utamanya berasal dari harga pokok barang yang terjual dan biaya usaha lainya
3. Dalam akuntansinya terdapat akun persediaan barang
4. Sebagai perantara antara produsen dan konsumen
5. Antara barang yang dibeli dan barang yang dijual tidak ada perubahan
6. Tujuan utamanya mencari lada dengan menjual barang dengan harga lebih tinggi dibanding harga belinya.
C. Ciri – ciri khas Akun Perusahaan Dagang adalah sebagai berikut :
1. Akun Pembelian (D)
Terjadi karena perusahaan membeli barang dagang dengan tujuan dijual kembali. Pembelian ini dapat dilakukan dengan pembelian tunai, kredit dan sebagian pembayaran.
2. Akun Penjualan (K)
Terjadi karena perusahaan menjual barang barang dagang yang diperoleh dari pemasok bertujuan untuk memperoleh laba. Penjulan dilakukan dengan cara tunai, kredit dan dengan sistem uang muka yang sisanya dapat diangsur dengan syarat pembayaran dan syarat penyerahan. Dasar pencatatannya dengan faktur jika kredit dan bukti penerimaan kas jika tunai.
3. Akun Potongan Pembelian (K)
Terjadi karena penjual memberikan potongan kepada pembeli, dengan tujuan agar pembeli melunasi utangnya sebelum jatuh tempo. Selama masih dalam masa potongan, maka utang yang dibayar adalah harga faktur dikurangi denagan potongan yang diterima.
4. Akun Potongan Penjualan
Merupakan pencatatan atas potongan yang diberikan oleh penjual bertujuan agar tagihannya dapat segera dilunasi. Jadi, jumlah yang diterima oleh penjual sebesar jumlah tagihan dikurangi potongan yang diberikan.
5. Akun Rektur Pembelian
terjadi karena pembeli mengembalikan senagian barang yang telah dibeli atau sebagian rusak dan tidak sesuai pesanan. Jika dibeli secara tunai maka penjual akan memgembalikan besarnya retur dengan tunai juga. Tetapi jika secara kredit maka besarnya retur akan mengurangi harga fakturnya.
6. Akun Retur Penjualan
Terjadi karena penjual menerima kembali sebagian barang yang telah dijual karena mutunya tidak sesuai pesanan. Pengembalian ini akan mengurangi tagihan kepada pembeli.
7. Akun Biaya Angkut
Terjadi ketika pembeli harus membayar ongkos agar barang yang dibeli samapai kegudang pembeli. Dengan demikian harga perolehanya terdiri dari harga beli barang ditambah beban angkutnya.
8. Akun Biaya Pengiriman
Terjadi karena penjual mengirim barang dari penjual sampai ditempat pembeli, karena pada saat transaksi jual beli telah dicantumkan dalam syarat penyerahan bahwa penjual menanggung ongkos kirim.
9. Akun Persedian
Merupakan nilai persediaan barang dagangyang belum terjual pada akhir periode akuntansi.
10. Akun Utang Dagang
Terjadi karena masih terdapat sisa pembayaran dari suatu pembelian oleh suatu perusahaan dagang.
11. Akun Piutang Usaha
Digunakan untuk mencatat sisa-sisa harga pembelian yang dilakukan oleh pembeli atau semua sisa harga penjualan yang belum dibayarkan.
12. Akun Harga Pokok Penjualan (HPP)
Untuk menapung harga pokok/harga beli barang yang dijual dalam suatu periode akuntansi.
Ø Format harga pokok barang yang dibeli
Pembelian
Retur pembelian
Potongan pembelian
Rp……….
Rp………. + Rp……….
Rp………. –
Pembelian bersih
Ditambah beban angkut pembelian Rp……….
Rp………. +
Harga pokok barang yang dibeli Rp……….
Ø Format pokok penjualan
Persediaan barang dagangan (awal Periode)
Pembelian
Retur pembelian
Potongan pembelian
Rp……….
Rp………. Rp……….
Rp……….
Pembelian bersih (hasil pembelian – Retur + Potongan)
Beban angkut Rp………
RP……… +
Harga pokok barang yang dibeli
Barang dagangan tersedia unuk dijual
Persediaan barang dagangan (akhir periode)
Rp………
Rp………
Rp……… –
Harga poko penjualan
Rp………
13. Akun Prive
Adalah akun yang digunakan untuk mencatat setiap pengambilan kas yang dilakukan oleh pemilik perusahaan yang sifatnya untuk keperluan pribadi.
14. Akun Pendapatan Usaha
Digunakan untuk mencatat hasil dari penjualan perusahaan, yang berupa kas ataupun piutang
15. Akun Persedian Barang Dagang
Digunakan untuk mencatat persediaan barang dagang awal dan akhir periode. Akun ini juga menjelaskan tentang perubahan modal antara awal sampai dengan akhir peride.

2. KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG
a. Macam –Macam Perusahaan Dagang
– Pedagang Besar (Whole Saler) adalah pedagang yang membeli barang dari pabrik kemudian menjualnya kepada pedagang kecil.
– Pedagang Kecil (Retailer) adalah pedagang yang membeli barang dari pedagang besar kemudian menjualnya kepada konsumen.
b. Kegiatan Usaha / Operasional meliputi :
– Membeli barang dagangan
– Menyimpan barang dagangan sebelum dijual
– Menjual barang dagangan
c. Pendapatan Usaha/ Operasinal
Yang merupakan pendapatan usaha dari perusahaan dagang adalah penjualan barang dagangan, sedangakan pendapatan yang diperoleh dari luar usaha dagang disebut pendapatan diluar usaha.
d. Beban Utama
– Harga pokok barang dagangan yang telah lau dijual
– Beban usaha/operasional terbagi 2 :
Ø Beban penjualan
Ø Beban umum dan administrasi
e. Transaksi Perusahaan Dagang
– Pembelian
– Biaya angkut pembelian
– Retur pembelian dan pengurangan harga
– Potongan pembelian
– Penjualan
– Retur penjualan dan pengurangan harga
– Potongan penjualan
– Pengeluaran
– Penerimaan
– Syarat pembayaran
– Syarat penyerahan barang
f. Syarat Penyerahan Barang
– FOB Shipping Point
Free Onboard Shipping Point berarti pembeli harus menangung biaya pengiriman barang dari gudang penjual kegudangnya sendiri.
– FOB Destination Point
Free Onboard Destination Point berarti penjual yang harus menanggung beban
– Cost, Freight and Insurance
Berarti penjual harus menanggung beban pengiriman dan asuransi kerugian atas barang yang di jualnya.
g. Syarat – Syarat Pembayaran
– n/60 artinya pembeli hanya diberi waktu kredit selama 60 hari
– 2/10, n/30 artinya pembeli hanya diberi waktu kredit selama 30 hari, dan bila dapat membayar paling lambat 10dari tanggal jual beli akan diberi potongan 2%
– EOM artinya pembeli hanya diberi waktu kredit paling lambat aakhir bulan
– N/5, EOM artinya pembeli diberi waktu kredit sampai 5 hari setelah akhir bulan paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya.
3. PENCATATAN TRANSAKSI AKUNTANSI
a. Jurnal Umum
Adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing – masing.
Pencatatan transaksi kedalam jurnal umum
1. Pembelian barang dagang
– Pembelian tunai
Dijurnal dengan :
Pembelian (D) Rp…….
Kas (K) Rp…….
– Pembelian kredit
Dijurnal dengan :
Pembelian (D) Rp……
Utang Dagang (K) Rp…..
– Pembelian dengan sebagian dibayar
Dijurnal dengan:
Pembelian (D) Rp……..
Kas (K) Rp…….
Utang Dagang (K) Rp……
2. Biaya Angkut Pembelian
Dikeluarkan untuk ongkos angkut barang dagangan yang dibeli
Dijurnal dengan :
Biaya Angkut Pembelian (D) Rp…….
Kas (K) Rp…….

3. Retur Pembelian dan Pengurangan Harga (PH)
Dijurnal dengan :
Utang Dagang (D) RP……..
Retur Pembelian dan PH (K) Rp……
4. Potongan Pembelian
– Pembelian tunai
Dijurnal dengan :
Pembelian (D) Rp……..
Kas (K) Rp…….
Potongan Pembelian (K) Rp…….
– Pembelian kredit
Dijurnal dengan :
Utang Dagang (D) Rp……..
Kas (K) Rp……..
Potongan Pembelian (K) Rp…….
5. Penjualan
– Pejualan tunai
Dijurnal dengan :
Kas (D) Rp……..
Penjualan (K) Rp…..
– Penjualan kredit
Dijurnal dengan :
Hutang Dagang (D) Rp……..
Penjualan (K) Rp……..
– Penjualan Sebagian Diterima
Dijurnal dengan :
Kas (D) Rp…….
Hutang Dagang (K) Rp…..
Penjualan (K) Rp…….
6. Retur Penjualan dan Pengurangan Harga (PH)
– Penjualan dan PH tunai
Dijurnal dengan :
Retur Penjualan dan PH (D) Rp…….
Kas (K) Rp…….
– Penjualan dan PH kredit
Dijurnal dengan :
Retur Penjualan dan PH (D) Rp…….
Hutang Dagang (K) Rp……..
7. Potongan Penjualan
– Potongan penjualan tunai
Dijurnal dengan :
Potongan Penjualan (D) Rp…….
Kas (K) Rp…….
– Potongan Penjualan kredit (dapat terjadi bersamaan dengan penerimaan piutang)
Dijurnal dengan :
Kas (D) Rp…….
Potongan Penjualan (D) Rp…….
Piutang Dagang (K) Rp……

b. Jurnal Khusus
Adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi – transaksi keuangan yang sejenis yang sering kali terjadi sesuai dengan urutan waktu terjadinya.
Macam – Macam Jurnal Khusus
1. Jurnal Khusus Pengeluaran Kas
Adalah pegeluaran uang dari Kas untuk kegiatan perusahaan. Misalnya Pembayaran Atas Pembelian Tunai, Pembayaran Utang dan Pembayaran Beban.
Format Jurnal Khusus Pengeluaran Kas
Nama Perusahaan Dagang
Jurnal Khusus
Periode
Tgl Keterangan Ref Perkiraan Debet Perkiraan kredit
Utang Pembelian beban Lain-lain Potongan pembelian Kas
Contoh :
– 1 Des, dibayar atas pembelian pada bulan Nov kepada CV. Panuntun Mulia Rp. 1.500.000,-
– 10 Des, dibeli barang secara tunai dari Fa. Seruni Semarang Rp. 5.000.000,-
Dijurnal dengan :
Des 1 Utang dagang (D) Rp. 1.500.000,-
Kas (K) Rp. 5.000.000,-
Des 10 Pembelian (D) Rp. 5.000.000,-
Kas (K) Rp. 5.000.000,-
2. Jurnal Khusus Penerimaan Kas
Adalah penerimaan uang dari hasil kegiatan perusahaan. Misalnya Penerimaan Atas Penjualan Tunai, Penerimaan Utang dan Penerimaan Pendapatan.
Format Jurnal Khusus Penerimaan Kas
Nama Perusahaan Dagang
Jurnal Khusus
Periode
Tgl Keterangan Ref Perkiraan Debet Perkiraan Kredit
Kas Potongan Penjualan Piutang Lain – lain
Contoh :
– 5 Des, dijual secara tunai kepada Toko Serba Ada 100 Cengkeh @ Rp.45.000,-
– 15 Des, diterima dari Fa. Sapu Jagad atas pelunasan utangnya Rp. 3.000.000,-
– 20 Des, diterima dari CV. Adil Makmur Rp. 500.000,- atas bunga yang jatuh tempo
Dijurnal dengan :
Des 5 Kas (D) Rp. 45.000,-
Penjualan (K) Rp. 45.000,-
Des 15 Kas (D) Rp. 3.000.000,-
Piutang Dagang (K) Rp. 3.000.000,-
Des 20 Kas (D) Rp. 500.000,-
Pendapatn Bunga (K) Rp. 500.000,-

3. Jurnal Khusus Penjualan
Digunakan untuk mencatat penjualan barang dagangan dengan syarat kredit, yaitu penjualan menimbulkan hak tagihan kepada pelangan.
Format Jurnal Khusus Penjualan
Nama Perusahaan Dagang
Jurnal Khusus
Periode
Tgl Keterangan Ref Perkiraan Debet
Piutang Lain – lain
4. Junal Khusus Pembelian
Digunakan untuk mencatat pembelian barang dagangan dengan syarat kredit, yaitu pembelian menimbulkan kewajiabn atau utang kepada pemasok.
Format Junal Khusus Pembelian
Nama Perusahaan Dagang
Jurnal Khusus
Periode
Tgl Keterangan Ref Perkiraan Debet
Utang Lain – lain
Keterangan :
(D) = Penulisan dikolom Debet
(K) = Penulisan dikolom Kredit

c. Sistem Persediaan Barang Dagang
1. Sistem Persediaan Periodik
– Tidak memberikan catatan yang kontinyu mengenai barang dagang yang dibeli dan dijual
– Persediaan dihitung sekurang – kurangnya satu tahun sekali
– Digunakan untuk barang yang relatif tidak mahal
2. Sistem Persediaan Perpetual
– Memberikan catatan yang kontinyu mengenai barang dagang yang dibeli dan dijual
– Persedian dihitung sekurang – kurangnya satu tahun sekali
– Digunakan untuk setiap jenis barang.