PROSES PENGOLAHAN KEUANGAN
Tahap pertama dalam proses
pengolahan informasi keuangan adalah perekaman transaksi. Transaksi adalah
peristiwa yang terjadi di dalam atau di luar organisasi dan menimbulkan dampak
tertentu terhadap keadaan keuangan dan perkembangan hasil kegiatan organisasi.
Sebagai organisasi nirlaba,
transaksi-transaksi yang terjadi pada suatu LSM, antara lain, adalah:
- penerimaan pembayaran kekayaan awal dari para pendiri
- penerimaan hibah [donations] dari pemberi hibah
- penerimaan dana program [gratis] dari penyandang
dana program
- penerimaan sumbangan [contributions] dari
berbagai pihak
- penerimaan pendapatan jasa
- penerimaan hasil penjualan barang
- penerimaan jasa bank
- pemindahbukuan dana dari rekening bank ke kas kecil
- pengeluaran sejumlah uang dari kas kecil untuk
membiayai kebutuhan sehari-hari
- penyerahan uang muka perjalanan
- penyerahan uang muka program/proyek
- pertanggung-jawaban uang muka perjalanan
- pertanggung-jawaban uang muka program/proyek
- pengeluaran uang untuk membiayai program/proyek atau
kegiatan tertentu, seperti biaya perjalanan, biaya akomodasi, biaya
konsumsi, honorarium, biaya komuditas
- pembelian benda-modal [capital goods], seperti
tanah, tanah dan bangunan, kendaraan, mesin-mesin kantor,
meja-kursi-lemari [MKL] dan harta tetap yang lain
- pembayaran gaji, honorarium, fee, biaya listrik, biaya
transpor, biaya komunikasi, biaya administrasi, biaya perbaikan dan
perawatan, biaya keamanan, biaya kebersihan, biaya asuransi, biaya pajak,
biaya bank dan biaya manajemen dan umum yang lain.
- Pembebanan biaya penyusutan
- penyesuaian penerimaan tertentu [pendapatan masih akan
diterima, pendapatan diterima dimuka]
- penyesuaian pengeluaran tertentu [biaya dibayar dimuka,
biaya masih akan dibayar].
Pada dasarnya, transaksi-transaksi
itu terjadi seiring dengan arus barang, jasa dan uang yang mengalir masuk ke
dalam organisasi, berubah-ubah di dalam organisasi [misalnya, bahan baku diolah
menjadi bahan setengan jadi, bahan setengah jadi menjadi barang jadi] dan
mengalir keluar dari organisasi yang bersangkutan.
Jika diperhatikan secara cermat maka
pada dasarnya hanya terdapat 5 tipe transaksi, yaitu:
- penerimaan uang secara langsung, melalui kas atau
melalui rekening bank; misalnya, LSM menerima donasi melalui salah satu
rekening banknya.
- penerimaan uang secara tidak langsung, yang berupa
penerimaan pembayaran tagihan; misalnya: LSM menerima pembayaran atas
tagihan yang timbul karena penjualan buku secara kredit kepada seseorang
beberapa waktu sebelumnya.
- pengeluaran uang secara langsung melalui kas atau
melalui rekening bank; misalnya: LSM membayar biaya transpor melalui kas
- pengeluaran uang secara tidak langsung, yang berupa
pengeluaran pembayaran utang; misalnya: LSM membayar utang yang timbul
karena pembelian komputer yang dilakukan beberapa hari lalu.
- Transaksi penyesuaian, misalnya pembukaan biaya
penyusutan untuk menyesuaiakan harga perolehan harta tetap tertentu karena
telah dipakai selama satu tahun.
Tiap transaksi menimbulkan,
sekurang-kurangnya, dua jenis perubahan pada sisi sumber dana dan/atau sisi
penggunaan dana.
Pada tiap transaksi yang terjadi di
LSM perlu diperhatikan keterkaitan transaksi itu dengan penyandang dana dan
program, proyek atau kegiatan tertentu. Kontribusi in-natura [in-kind
contribution] adalah “bukan-transaksi”. Bukan-transaksi tidak dicatat/dibukukan
dalam proses mengolahan informasi keuangan LSM.
Contoh 1
LSM menerima donasi melalui salah
satu rekening banknya Rp. 50.000.000
- uang LSM di Bank bertambah Rp. 50.000.000
- donasi [sumber dana] bertambah Rp. 50.000.000
Contoh 2
LSM menerima pembayaran atas tagihan
yang timbul karena penjualan buku secara kredit kepada seseorang beberapa waktu
sebelumnya seharga Rp. 150.000
Ketika terjadi penjualan
- Tagihan [Piutang Barang dan Jasa] LSM bertambah Rp.
150.000
- Pembayaran Buku/Majalah DII bertambah Rp. 150.000
Ketika menerima pembayaran
- Uang LSM Kas bertambah Rp. 150.000
- Tagihan LSM berkurang Rp. 150.000
Contoh 3
LSM membayar biaya transpor sebesar
Rp. 15.000
- Beban LSM bertambah karena biaya transpor sebesar Rp.
15.000
- Uang LSM di Kas berkurang sebesar Rp. 15.000
Contoh 4
LSM membayar [via bank] utang yang
timbul karena pembelian komputer seharga Rp. 10.000.000 beberapa hari yang
lalu.
Ketika terjadi pembelian
- Utang Barang dan Jasa LSM bertambah Rp. 10.000.000
- Mesin-Mesin Kantor [komputer] bertambah Rp. 10.000.000
Ketika melakukan pembayaran
- Utang [Utang Barang dan Jasa] LSM berkurang Rp.
10.000.000
- Utang LSM di Bank berkurang Rp. 10.000.000
Contoh 5
LSM menghitung [metode langsung]
biaya penyusutan komputer sebesar Rp. 2.000.000
- Beban LSM bertambah karena biaya penyusutan komputer
bertambah sebesar Rp. 2.000.000.
- Nilai perolehan Mesin-Mesin Kantor [komputer] berkurang
Rp. 2.000.000
Jadi, tiap transaksi yang terjadi
dapat mengakibatkan perubahan terhadap harta/kekayaan, kewajiban keuangan,
kekayaan bersih, penghasilan dan biaya dari organisasi nirlaba yang
bersangkutan.
Tidak jarang terjadi bahwa
pencatatan/pembukuan dan pelaporan tidak mencerminkan keadaan atau kenyataan.
Hal ini dapat terjadi, antara lain, karena:
- transaksi terjadi, tetapi tidak dicatat
- transaksi terjadi, tetapi salah dibukukan
- transaksi tidak terjadi, tetapi dicatat
Transaksi harus ditangani secara
tertib, ditinjau dari keberadaan, kelengkapan, kebenaran, kejelasan, ketetapan
waktu dan keteraturan urut-urutannya.
Pada tiap transaksi yang terjadi di
LSM perlu diperhatikan keterkaitan transaksi itu dengan penyandang dana dan
program, proyek atau kegiatan tertentu.
Kontribusi in-natura [in-kind
contribution] adalah “bukan-transaksi”. Bukan-transaksi tidak dicatat/dibukukan
dalam proses mengolahan informasi keuangan LSM.
Namun, untuk perolehan gambaran yang
utuh mengenai kemampuan LSM dan kelompok dampingannya, semua kontribusi
in-natura harus direncanakan secara khusus, diolah dalam suatu “proses
pengolahan kontribusi in-nature” dan dipertanggung-jawaban melalui suatu
“laporan kontribusi-in natura”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar